EXTRAWEBDIA.COM

EXTRAWEBDIA.COM

Jumat, 06 Maret 2015

CARA DASAR MEMBUAT KARYA ILMIAH


 CARA DASAR MEMBUAT KARYA ILMIAH



Syarat judul makalah
Judul harus jelas, singkat, spesifik, menggambarkan apa yang akan di teliti dan jumlah kata tidak lebih 15 kata (judul yang terlalu panjang dapat menggunakan sub judul).

Bab I pendahuluan
a.       Latar belakang masalah
b.      Rumusan penelitian
c.       Tujuan penelitian
d.      Manfaat penelitian

Bab II tinjauan pustaka
a.       Landasan teori
b.      Kerangka pikir/konsep

Bab III metode penelitian
a.       Lokasi & waktu penelitian
b.      Jenis penelitian (kualitatif : pendapat/informasi, kuantitatif :statistik, dekriptif, survey)
c.       Variabel penelitian
d.      Definisi operasional variabel penelitian (menjelaskan kesimpulan yang akan di teliti sbg tolak ukur)
e.       Populasi/sampel
f.        Intrumen penelitian(semua alat yang di gnkan u/ mengumpulkan/ memeriksa bahan penelitian)
g.       Teknik pengumpulan data
h.      Teknik analisis data (dekriptif,statistik, inperensial).

Daftar pustaka


Kuesioner/angket
a.       Variabel penelitian : segala yang mempunyai variasi

b.      Variabel independen/bebas: variabel yang mempengarui /berubahnya variabel dependen

c.       Variabel dependen: variabel yang di pengarui akibat adanya v independen

d.      Populasi adalah semua wilayah yang terdiri atas objek yang punya kualitas tertentu yang di tetapkan dan untuk di pelajari n di tarik kesimpulan.

e.       Sampel : sebagian dari jumlah karakter/ populasi

f.        Cara ilmiah mendapatkan data  dan ciri2nya: rasional, empiris (nyata/dpt di amati), sistematis

g.       Data yang empiris antara lain : valid/ drajat ketepatanya , realiable : keajekan dan objektif

h.      Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel

i.         kluster sampling adalah teknik sampling yang dilakukan dengan cara mengambil wakil dari setiap wilayah geografis yang ada. Cluster Samples disebut juga sampel kelompok dan bukan individu.

j.         Nonprobability sampling ialah teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan (peluan) pada setiap anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel.

k.       Sampling jenuh ialah teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal juga dengan istilah sensus. Sampling jenuh ini akan dilakukan apabila populasinya kurang dari 30 orang.

l.         Purposive sampling dikenal juga dengan sampling pertimbangan. Purposive sampling ialah teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbanngan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. oleh karena itu, sampling ini cocok untuk studi kasus yang mana aspek dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis.

m.    Sampling Aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya), maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden).




Perbedaan Metode Kuantitatif dengan Kualitatif
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
Menggunakan hiopotesis yang ditentukan  sejak awal penelitian
Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
2
Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal
Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
3
Reduksi data menjadi angka-angka
Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
4
Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen penelitian
Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
5
Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik
Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
6
Mengunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci)
Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
7
sampling random
Sampling purposive
8
Desain/kontrol statistik atas variabel eksternal
Menggunakan analisis logis  dalam mengontrol variabel ekstern
9
Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur
Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias
10
Menyimpulkan hasil menggunakan statistik
Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata
11
Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis
Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
12
Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah /membiarkan keadaan aslinya 


0 komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA SEMOGA BERMANFAAT DAN JANGAN LUPA COMENT NYA YA